Ketika memutuskan untuk menggunakan layanan program BPJS Ketenagakerjaan, maka wajib bagi seseorang untuk tahu tata cara bayar BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Adapun dalam metode pembayaran tersebut, biasanya ada yang namanya kode iuran khusus yang nantinya akan digunakan oleh para peserta. Berkaitan dengan hal tersebut, Anda perlu tahu beberapa jenis kode iuran dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang mana bisa dilihat di artikel yang ada di bawah ini.

Apa saja jenis – jenis kode iuran dalam program BPJS Ketenagakerjaan?

Secara umum, kode iuran BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah kode khusus yang memang fungsi utamanya digunakan oleh peserta program tersebut dalam membayar iuran. Bagi setiap peserta, nantinya akan memperoleh 12 kode unik untuk bisa mempermudah proses pembayaran iuran dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang dimiliki. Dalam hal ini, kode iuran BPJS Ketenagakerjaan sendiri umumnya memiliki banyak sekali jenis yang bisa Anda lihat pada penjelasan yang ada di bawah ini.

  1. Kode iuran bagi tenaga kerja penerima upah

Kode ini, biasanya dibuat dengan menggunakan sistem Electronic Payment System yang bisa diakses dengan mudah oleh peserta. Nantinya, aplikasi SIPP online kode tersebut akan secara otomatis terbentuk apabila proses mutasi data pengguna selesai dilakukan. Jika sudah terdaftar sebagai pengguna Payment Reminder System (PRS), maka awal bulan antara tanggal 5 hingga  kode iuran akan dikirimkan oleh BP JAMSOSTEK setiap bulannya lewat SMS.

  1. Kode iuran yang bukan penerima upah

Berikutnya, Anda juga akan menemukan jenis kode iuran yang termasuk ke dalam tenaga kerja bukan penerima upah. Dalam hal ini, pembayaran iuran satu ini biasanya hanya dapat dilakukan dengan memberikan kode iuran / kode bayar yang sebelumnya sudah ditetapkan. Adapun besaran iuran dari setiap program BPJS Ketenagakerjaan biasanya berbeda – beda.

  1. Kode iuran khusus jasa konstruksi

Khusus untuk jenis kode iuran jasa konstruksi sendiri, umumnya dilakukan dengan mengakses aplikasi E-Jakon lewat akun pemberi kerja. Yang mana syaratnya, peserta diharuskan sudah terdaftar dan memiliki akun untuk mempermudah dalam mendaftarkan proyek lebih dulu. Ketika pembayaran proyek berhasil dilakukan, maka nantinya akan muncul kode pembayaran.

  1. Kode iuran untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Adapun untuk kode iuran PMI satu ini, biasanya dilakukan dengan peserta membayar menggunakan ID Billing. Yang mana, kode bayar ini akan didapatkan ketika peserta sudah selesai melakukan proses pembayaran. Untuk ID Billing tersebut, biasanya dibedakan menjadi dua jenis yaitu 1ID Biiling yang terdiri dari 17 digit angka ditetapkan pihak BNP2TKI, dan 2ID terdiri dari 16 digit angka yang ditetapkan oleh pihak BPJAMSOSTEK.

Dengan mengetahui jenis – jenis kode iuran tersebut, seseorang akan lebih mudah dalam melakukan cara bayar BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan bagi Anda yang baru berencana menggunakan program BPJS Ketenagakerjaan tersebut, akan lebih mudah untuk membayar iurannya nanti.

 

 

 

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *